jaketkulitgarut.co.id

Situs jaketkulitgarut.co.id yang membagikan informasi dunia teknologi informasi dan komunikasi , dan beberapa tips menarik.

Teori Tentang Sumber Kejiwaan Agama

Teori Tentang Sumber Kejiwaan Agama

Hampir seluruh ahli ilmu jiwa sependapat, bahwa sesungguhnya apa yang menjadi keinginan dan kebutuhan manusia itu bukan hanya terbatas pada kebutuhan makan, minum, pakaian ataupun kenikmatan-kenikmatan lainnya. Berdasarkan hasil riset dan observasi mereka mengambil kesimpulan bahwa pada diri manusia terdapat semacam keinginan dan kebutuhan yang bersifat universal. Kebutuhan ini melebihi kebutuhan-kebutuhan lainnya, bahkan mengatasi kebutuhan akan kekuasaan. Keinginan akan kebutuhan tersebut merupakan kebutuhan kodrati, berupa keinginan untuk mencita dan dicintai Tuhan.

Berdasarkan kesimpulan di atas manusia ingin mengabdikan dirinya kepada Tuhan atau sesuatu yang dianggapnya sebagai Zat yang mempunyai kekuasaan tertinggi. Keinginan itu terdapat pada setiap kelompok, golongan atua masyarakat manusia dari yang paling primitive hingga yang paling modern.

Pernyataan yang timbul adalah : apakah yang menjadi sumber pokok yang mendasarkan timbulnya keinginan untuk mengabdikan diri kepada Tuhan itu? Atau dengan kata lain “Apakah yang menjadi sumber kejiwaan agama  itu”?

Untuk memberikan jawab itu telah timbul beberapa teori antara lain :

  1. Teori Monistik : (Mono=Satu)

Teori monistik berpendapat, bahwa yang menjadi sumber kejiwaan agama itu adalah satu sumber kejiwaan. Selanjutnya sumber tunggal manakah yang dimaksud yang paling dominan sebagai sumber kejiwaan itu timbul beberapa pendapat, yaitu yang dikemukakan oleh :

  1. Thomas Van Aquino

Sesuai dengan masanya Thomas Aquino mengemukakan, bahwa yang menjadi sumber kejiwaan agama itu, ialah berpikir. Manusia ber-Tuhan karena manusia menggunakan kemampuan berpikirnya. Kehidupan beragama merupakan refleksi dari kehidupan berpikir manusi itu sendiri. Pandangan semacam ini masih tetap mendapat tempatnya hingga sekarang di mana para ahli mendewakan rasio sebagai satu-satunya motif yang menjadi sumber agama.

  1. Fredrick Hegel

Hampir sama dengan pendapat yang dikemukakan oleh Thomas Van Aquino, maka filosof Jerman ini berpendapatk agama adalah suatu pengetahuan yang sungguh-sungguh benar dan tempat kebenaran abadi.

  1. Teori Fakulti (Faculty Theory)

Teori ini berpendapat bahwa tingkah laku manusia tidak bersumber pada suatu faktor  yang tunggal tetapi terdiri atas beberapa unsure, antara lain yang dianggap memegang peranan penting adalah : fungsi cipta (reason), rasa (emotion) dan karsa (will).

Demikian pula perbuatan manusia yang bersifat keagamaan dipengaruhi dan ditentukan oleh tiga fungsi tersebut :

  1. Cipta (reason) berperanan untuk menentukan benar atau tidaknya ajaran suatu agama berdasarkan pertimbangan intelek seseorang.
  2. Rasa(emotion) menimbulkansikap batin yang seimbang dan positif dalam menghayati kebenaran ajaran agama.
  3. Karsa (will) menimbulkan amalan-amalan atau doktrin keagamaan yang benar dan logis.

Salah satu tokoh yang menggunakan teori ini adalah Zakiah Daradjat.

sumber :

Violett 2.5 Apk + Data for android

jaketkulitgarut

Kembali ke atas