jaketkulitgarut.co.id

Situs jaketkulitgarut.co.id yang membagikan informasi dunia teknologi informasi dan komunikasi , dan beberapa tips menarik.

Toko Toko Buku ( Al-Hawarits Al- Waraqin )

Toko Toko Buku ( Al-Hawarits Al- Waraqin )

Toko Toko Buku ( Al-Hawarits Al- Waraqin )

Selama masa kejayaan daulah abbasiyah toko – toko buku berkembang dengan pesat seiring dengan pesatnya perkembangan ilmu pendidikan dan pengetahuan.ditoko – toko buku tersebut tidak hanya sebagai pusat  memperjualkan beli bukunya saja melainkan sebagai tempat studi dengan lingkaran – lingkaran berkembangnya studi didalamnya. Dan yang memepunyai toko tersebut rumahnya dijadikan sebagai tuan rumah dan sekaligus sebagai tenaga pengajar atau guru dan sebagian besar pada saat ini yang memepunyai toko adalah para ulama yang berpengetahuan luas mengenai ilmu pendidikan dan pengetahuan.

  1. Perpustakaan (Al-Maktabah)

Salah satu perpustakaan yang sangat terkenal, yaitu bait al- hikmah, didirikan oleh oleh Harun Al-Rasyid. Perpustakaan dikatakan sebagai lembaga pendidikan ilmu pengetahuaan yang sebagaimana  dapat diketahui pada saat ini harga buku – buku masih sangatklah mahal, dan masih ditulis tangan lamgsung sehingga orang – orang kaya saja yang mampu memebelinya secara pribadi. Dan bagi masyarakat yang kurang mampu untuk memebeli buku tersebut mereka memanfaatkan perpustakaan sebagai sumber ilmu pendidikan dan pengetahuan.

Perpustakaan tersebut dikelola oleh beberapa ahli dari berbagai latar agama dan kebudayaan seperti yuhana ibn maskawih ( nasrani suryani ), menerjemahkan buku kedokteran lama, abu nubikht (persia) menerjemahkan buku – buku bahasa persia.

Dimasa Al- ma’mun perkembangan perpustakaan ini semakin lebih pesat  lagi setelah adanya kontak dari berbagai daerah dalam usaha memperoleh buku – buku dan berhasil menerjemahkannya.

  1. Salun Kesusasteraan (Al -Shalunat Al-Adbiyah)

Salun kesusasteraan adalah suatu majlis khusus yang diadakan oleh para kholifah untuk membahas tentang berbagai macam ilmu penegetahuan.

Pada masa harun al-rasyid (170-193) majelis sastera ini mengalami kemajuan yang luar biasa karena pada saat itu khalifahnya sendiri merupakan ahli ilmu pengetahuan yang cerdas dan sehingga beliaulah yang aktif didalammajlis tersebut.[4]

 

jaketkulitgarut

Kembali ke atas