Waktu dan Dasar Hukum Sholat Jumat

Waktu dan Dasar Hukum Sholat Jumat

Waktu dan Dasar Hukum Sholat Jumat

Waktu dan Dasar Hukum Sholat Jumat
Waktu dan Dasar Hukum Sholat Jumat

Seperti yang sama-sama kita ketahui bahwa Sholat Jumat merupakan sebuah perintah Sholat dari Allah SWT bagi mu’min laki-laki yang dikerjakan pada setiap hari Jumat. Bagi umat Islam Jum’at adalah hari yang sangat istimewa, berbeda dengan hari lainnya dalam seminggu.

Siapakah Yang Diwajibkan Sholat Jumat

Syaikh Al Albani berkata,”Sholat Jum’at wajib atas setiap mukallaf, wajib atas setiap orang yang baligh, berdasarkan dalil-dalil tegas yang menunjukkan Sholat Jum’at wajib atas setiap mukallaf dan dengan ancaman keras bagi meninggalkannya.”

Sholat Jum’at diwajibkan kepada setiap muslim, kecuali yang memiliki udzur syar’i, seperti: budak belian, wanita, anak-anak, orang sakit dan musafir, berdasarkan hadits Thariq bin Syihab dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, Beliau bersabda.

الْجُمُعَةُ حَقٌّ وَاجِبٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ فِي جَمَاعَةٍ إِلَّا أَرْبَعَةً عَبْدٌ مَمْلُوكٌ أَوْ امْرَأَةٌ أَوْ صَبِيٌّ أَوْ مَرِيضٌ

“Sholat Jum’at wajib bagi setiap muslim dalam berjama’ah, kecuali empat: hamba sahaya, wanita, anak-anak atau orang sakit” .

Sedangkan tentang hukum musafir, para ulama masih berselisih sebagai orang yang tidak diwajibkan Sholat Jum’at, dalam dua pendapat, yaitu:

Pertama : Musafir tidak diwajibkan Sholat Jum’at. Demikian ini pendapat jumhur Ulama, dengan dasar bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam seluruh safarnya tidak pernah melakukan Sholat jum’at, padahal bersamanya sejumlah sahabat Beliau. Hal ini dikuatkan dengan kisah haji wada’, sebagaimana disampaikan oleh Jabir bin Abdillah dalam hadits yang panjang.

فَأَتَى بَطْنَ الْوَادِي فَخَطَبَ النَّاسَ ……ثُمَّ أَذَّنَ بِلا َلٌ ثُمَّ أَقَامَ فَصَلَّى الظُّهْرَ ثُمَّ أَقَامَ فَصَلَّى الْعَصْرَ وَلَمْ يُصَلِّ بَيْنَهُمَا شَيْئًا

“Lalu beliau mendatangi Wadi dan berkhutbah…Kemudian Bilal beradzan, kemudian iqamah dan Sholat Dhuhur, kemudian iqamah dan Sholat Ashar, dan tidak Sholat sunnah diantara keduanya.

Kedua. Wajib melakukan Sholat Jum’at. Demikian ini pendapat madzhab Dzahiriyah, Az Zuhri dan An Nakha’i. Mereka berdalil dengan keumuman ayat dan hadits yang mewajibkan Sholat Jum’at dan menyatakan, tidak ada satupun dalil shahih yang mengkhususkannya hanya untuk muqim.

Dari kedua pendapat tersebut, maka yang rajih adalah pendapat pertama, dikarenakan kekuatan dalil yang ada. Pendapat inilah yang dirajihkan Ibnu Taimiyah, sehingga setelah menyampaikan perselisihan para ulama tentang kewajiban Sholat Jum’at dan ‘Id bagi musafir, ia berkata,”Yang jelas benar adalah pendapat pertama. Bahwa hal tersebut tidak disyari’atkan bagi musafir, karena Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah bepergian dalam banyak safar, telah berumrah tiga kali selain umrah ketika hajinya dan berhaji haji wada’ bersama ribuan orang, serta telah berperang lebih dari dua puluh peperangan, namun belum ada seorangpun yang menukilkan bahwa Beliau melakukan Sholat Jum’at, dan tidak pula Sholat ‘Id dalam safar tersebut; bahkan Beliau Sholat dua raka’at saja dalam seluruh perjalanan (safar)nya.” Demikian juga, pendapat ini dirajihkan Ibnu Qudamah dan Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin.

Demikian juga orang yang memiliki udzur yang dibenarkan syar’i, termasuk orang yang tidak diwajibkan menghadiri Sholat Jum’at.

Orang yang mendapat udzur, tidak wajib Sholat Jum’at, tetapi wajib menunaikan Sholat Dhuhur, bila termasuk mukallaf. Karena asal perintah hari Jum’at adalah Sholat Dhuhur, kemudian disyari’atkan Sholat Jum’at kepada setiap muslim yang mukallaf dan tidak memiliki udzur, sehingga mereka yang tidak diwajibkan Sholat Jum’at masih memiliki kewajiban Sholat Dhuhur.

Waktu Sholat Jumat

Waktu Sholat Jum’at dimulai dari tergelincir matahari sampai akhir waktu Sholat Dhuhur. Inilah waktu yang disepakati para ulama, sedangkan bila dilakukan sebelum tergelincir matahari, maka para ulama berselisih dalam dua pendapat.

Baca juga artikel: